BELAJAR DAN BERBAGI
Bursa Jual Beli Mobil Bekas di Denpasar, Bali
banner

KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS

KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS - PTK

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Pengertian Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru, dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untukmemperbaiki kinerjannya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat lebih baik dari sebelumnya. Dari pengertian tersebut kita dapat menemukan Karakteristik PTK yang membedakannya dengan jenis penelitian lain, antara lain :
  1. Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran diri bahwa guru praktik yang dilakukannya selama ini mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Dengan perkataan lain, guru merasa bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam praktik pembelajaran yang dilakukannya selama ini, dan perbaikan tersebut diprakarsai oleh dalam diri guru itu sendiri (an inquiry of practice from within), bukan oleh orang dari luar. Tegasnya, kepedulian guru terhadap kualitas pembelajaran yang dikelolanya merupakan awal munculnya masalah yang perlu dicari jawabannya.Hal ini berbeda dengan penelitian biasa, yang secara umum adanya masalah ditenggarai (ditandai) oleh peneliti yang biasanya berasal dari luar lingkungannya yang mempunyai masalah tersebut. Sebagai Contoh guru merasa risau karena hasil ulangan siswa hanya 40% dari jumlah siswa yang menguasai penggunaan rumus matematika yang sudah dijelaskan berkali-kali, sehingga guru ingin meneliti apa sebabnya dan kemudian bagaimana cara memperbaikinya. Atau seorang guru mungkin menghadapi berbagai masalah dalam pembelajaran seperti pertanyaan guru yang tidak pernah terjawab oleh siswa, pekerjaan rumah yang tidak pernah terselesaikan oleh siswa, atau sekelompok siswa yang selalu berusaha menentang perintah guru. Semua masalah ini merupakan masalah nyata yang dihadapi seorang guru, yang mendorong guru untuk melakukan penelitian di kelasnya. Memang ada kalanya guru perlu dibantu oleh orang luar untuk mengungkap masalah yang dihadapinya, namun masalah tersebut memang benar-benar masalah yang dihadapi oleh guru.
  2. Ciri yang paling esensial yaitu Self-reflective inquiry, atau penelitian melalui refleksi diri, yaitu guru mengingat kembali apa yang dikerjakannya di dalam kelas, apa dampak tindakan tersebut bagi siswa, dan kemudian yang terpenting adalah guru mencoba memikirkan kembali mengapa dampaknya seperti itu. Schmuck (1997), mengatakan bahwa Kita seperti melihat ke dalam cermin tentang berbagai tindakan yang sudah kita lakukan, dan barangkali harapan kita terhadap tindakan tersebut. Dari hasil renungan tersebut, guru mencoba menemukan kelemahan dan kekuatan dari tindakan yang dilakukannya, kemudian mencoba memperbaiknya dan mengulanginya sampai tindakan tersebut tindakan yang dianggap paling baik. Untuk melakukan refleksi (renungan), guru berusaha bertanya pada diri sendiri, misalnya dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut : (a) Apakah penjelasan saya terlampau cepat ? (b) Apakah saya sudah memberikan contoh yang memadai ? (c) Apakah saya sudah memberi kesempatan bertanya kepada siswa ? (d) Apakah saya sudah memberikan latihan yang memadai ? (e) Apakah hasil dari ulangan siswa sudah saya komentari ? (f) Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dipahami oleh siswa ? .... Dari Pertanyaan tersebut guru akan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki/meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam hal ini tentu saja guru meminta bantuan dari rekan satu profesi, Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah untuk menemukan cara memecahkan masalah yang dihadapinya.
  3. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan di dalam kelas, sehingga fokus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi.
  4. Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Perbaikan pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama kegitan penelitian dilakukan. Oleh karena itu dalam PTK dikenal adanya Siklus pelaksanaan berupa pola : Perencanaan-Pelaksanaan-Observasi-Refleksi-Revisi (perencanaan ulang). ini tentu berbeda dengan penelitian biasa, yang biasanya tidak disertai dengan perlakuan berupa siklus. Ciri ini merupakan ciri khas Penelitian Tindakan Kelas, yaitu adanya tindakan yang berulang-ulang sampai didapat hasil yang terbaik.
Kunci utama dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah adanya Action (tindakan) yang dilakukan berulang-ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang diinginkan. Tindakan (action) ini dilakukan oleh orang yang terlibat langsung dalam bidang yang diperbaikinya, dalam hal tersebut tentunya para guru. Tentu saja guru dapat meminta bantuan kepada orang lain dalam merencanakan dan melaksanakan perbaikan pembelajaran tersebut. Misalnya seorang Dosen, Mahasiswa, ataupun siapa saja yang peduli terhadap pendidikan dengan melakukan kolaborasi dengan guru untuk memperbaiki kualitas belajar siswa, sehingga PTK tersebut dapat dihasilkan satu model pembelajaran yang dianggap efektif.

Semoga bermanfaat yah sobat semua.....
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Dari Berbagai Sumber
EKA IKHSANUDINEKA IKHSANUDIN
Selamat Datang di Blog Pribadi Saya Belajar dan Berbagi. Salam Persahabatan dan Salam Lestari Buana Nusantara dari Karawang - Jawa Barat.
Follow Me: | +Google | Facebook | Twitter | Contact | My Music |
Terimakasih Sobat, telah berkunjung dan membaca artikel mengenai :
KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Share This Article :
Print PDF
.post-comment-link { visibility: hidden; }
SALAM LESTARI BUANA NUSANTARA
BLOG BUDAK KAMPUNGSAWAH
EKA IKHSANUDIN
EKA IKHSANUDIN
EKA IKHSANUDIN
Follow blog
 
Support : KAMPUNGSAWAH 0703 | BUDAK KAMPUNGSAWAH
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. BELAJAR DAN BERBAGI - All Rights Reserved
Blog Eka Ikhsanudin
Original Design by Creating Website | Edited by Kompi Ajaib | Blogger Belajar dan Berbagi